
Pemerintah Kerajaan Bhutan kembali memindahkan Bitcoin dari dompet nasionalnya, dengan total nilai mencapai sekitar $22 juta dalam sepekan terakhir. Data dari Arkham menunjukkan transfer 184 BTC senilai sekitar $14 juta, menyusul transaksi sebelumnya sebesar 100,8 BTC senilai $8,3 juta.

Sebagian dana tersebut dikirim ke QCP Capital, sebuah market maker kripto global. Dalam praktik on-chain, transfer ke market maker kerap dikaitkan dengan kebutuhan likuiditas atau potensi penjualan, meski tidak selalu berarti aset langsung dilepas ke market terbuka.
Pergerakan ini menjadi transaksi besar kedua dalam waktu singkat, sekaligus menandai berakhirnya periode relatif tenang setelah dompet Bitcoin Bhutan tidak menunjukkan aktivitas signifikan selama beberapa bulan.
Cadangan Bitcoin Menyusut, Tapi Polanya Konsisten
Dengan transfer terbaru ini, cadangan Bitcoin Bhutan tercatat menyusut cukup jauh dari level puncaknya. Dari sekitar 13.295 BTC pada Oktober 2024, kepemilikan Bhutan kini berada di kisaran 5.700 BTC, menempatkannya sebagai pemegang Bitcoin terbesar ketujuh di antara negara-negara.

Meski terlihat agresif, pola ini bukan hal baru. Arkham mencatat bahwa Bhutan secara berkala melepas Bitcoin dalam klip besar, umumnya di kisaran $50 juta, dengan periode penjualan paling intens terjadi pada pertengahan hingga akhir September 2025.
Sejak memulai aktivitas penambangan Bitcoin berbasis tenaga air pada 2019, Bhutan telah mengakumulasi sekitar $765 juta nilai Bitcoin.
Namun, setelah halving 2024, efisiensi penambangan menurun tajam karena biaya menambang satu BTC diperkirakan hampir dua kali lipat dibanding sebelumnya.
Tekanan Market dan Bitcoin sebagai Alat Neraca Aktif
Pergerakan Bitcoin Bhutan terjadi di tengah kondisi market yang sedang tertekan. Harga Bitcoin telah turun lebih dari 42% dari all-time high di $126.080 pada Oktober lalu, dan sempat bergerak di bawah area $72.000.
Pelemahan ini dipicu kombinasi sentimen makro global, ketidakpastian kebijakan di AS, serta pergeseran preferensi investor dari aset berisiko ke safe haven seperti emas dan perak. Dalam situasi seperti ini, volatilitas kripto meningkat tajam dan likuiditas cenderung menyusut.
Meski begitu, analis on-chain menilai transfer Bhutan belum tentu mencerminkan likuidasi besar-besaran. Sebagian BTC dikirim ke alamat baru, yang bisa mengindikasikan penataan ulang internal, pengelolaan kustodian, atau strategi neraca, bukan penjualan langsung.
Pergerakan ini justru memperkuat narasi yang mulai muncul di market: Bitcoin semakin diperlakukan sebagai aset neraca yang aktif, bahkan oleh entitas negara.
Disclaimer:
Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan sebagai saran investasi. Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi dan volatilitas ekstrem. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan manajemen risiko yang sesuai sebelum mengambil keputusan investasi di MEXC atau platform lainnya.
Join MEXC and Get up to $10,000 Bonus!
Sign Up


