
Circle mulai membuka kembali salah satu wallet USDC yang sebelumnya masuk dalam daftar pembekuan. Wallet tersebut, yang dikaitkan dengan Goated.com, kini kembali bisa mengakses saldo sekitar 130.966 USDC setelah sempat terdampak tindakan freeze yang lebih luas.
Langkah ini muncul tak lama setelah keputusan Circle membekukan 16 hot wallet memicu kritik tajam dari komunitas kripto. Pembekuan tersebut dinilai bermasalah karena menyasar sejumlah alamat milik bisnis yang tidak saling terkait, sementara dasar hukumnya disebut belum dijelaskan secara terbuka.
Kritik Muncul karena Dasar Freeze Dinilai Tidak Jelas
Investigasi ZachXBT menyebut pembekuan itu berkaitan dengan kasus perdata di New York yang masih tersegel dan belum diungkap ke publik. Masalahnya, sejumlah pihak yang terdampak mengaku tidak mendapat penjelasan yang memadai soal alasan wallet mereka ikut diblokir.
Itu yang membuat keputusan Circle dipandang bukan sekadar tindakan kepatuhan biasa. Kritik utamanya ada pada proses: alamat-alamat bisnis dibekukan tanpa dasar yang terlihat jelas di ruang publik, sehingga tindakan tersebut dianggap menimbulkan lebih banyak kerugian daripada perlindungan.
ZachXBT bahkan menyebut ini sebagai salah satu tindakan freeze paling tidak kompeten yang pernah ia lihat selama bertahun-tahun melakukan investigasi onchain. Kritik serupa juga datang dari peneliti keamanan MetaMask, yang menilai kasus ini kembali memperlihatkan lemahnya akuntabilitas dalam mekanisme pembekuan stablecoin terpusat.
Kasus Ini Kembali Sorot Risiko Sentralisasi Stablecoin
Peristiwa ini langsung menghidupkan lagi perdebatan lama soal sentralisasi stablecoin. Meski USDC sering dipakai sebagai aset yang stabil dan likuid di ekosistem kripto, kontrol penerbit terhadap alamat wallet tetap menjadi titik sensitif, terutama ketika keputusan freeze menyentuh pihak yang tidak jelas kaitannya dengan kasus hukum tertentu.
Bagi pelaku industri, masalah seperti ini bukan hanya soal satu wallet yang dibuka kembali. Yang lebih besar adalah pertanyaan tentang standar proses, transparansi, dan hak pengguna ketika aset mereka tiba-tiba tidak bisa diakses. Dalam sistem onchain yang seharusnya terbuka, keputusan sepihak tanpa penjelasan rinci selalu mudah memicu distrust.
Kasus ini juga menunjukkan batas utama dari stablecoin terpusat. Di satu sisi, kemampuan freeze sering dianggap penting untuk kepatuhan hukum. Di sisi lain, kewenangan itu bisa menjadi sumber kontroversi ketika pelaksanaannya dinilai terlalu luas, terlalu cepat, atau tidak disertai justifikasi yang cukup jelas.
Wallet Lain Masih Jadi Perhatian Market
Meski satu wallet sudah dibuka kembali, perhatian market sekarang tertuju pada 15 wallet lain yang sebelumnya ikut terdampak. ZachXBT mengatakan ia memperkirakan wallet-wallet tambahan bisa dipulihkan dalam waktu dekat, tetapi sampai sekarang belum ada penjelasan resmi yang lengkap dari Circle soal ruang lingkup dan dasar hukum freeze tersebut.
Artinya, isu ini belum benar-benar selesai. Pembukaan satu wallet memang sedikit meredakan tekanan, tetapi belum menjawab pertanyaan utama tentang bagaimana keputusan awal itu dibuat dan kenapa sejumlah alamat bisnis bisa ikut terseret dalam tindakan yang sama.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan sebagai saran keuangan atau ajakan investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan di crypto market.
Join MEXC and Get up to $10,000 Bonus!
Sign Up

