
Pemerintah Bhutan kembali tercatat memindahkan sebagian cadangan Bitcoinnya, memperpanjang tren pengurangan kepemilikan yang sudah terlihat sepanjang Maret.

Pergerakan terbaru ini melibatkan sekitar 519,7 BTC atau setara kurang lebih US$36,7 juta, menambah tekanan pada narasi bahwa sovereign wallet Bhutan sedang berada dalam fase distribusi, bukan akumulasi.
Dari data yang terlihat di portofolio Arkham, wallet yang dikaitkan dengan Royal Government of Bhutan (Druk Holdings) kini menyimpan aset kripto senilai sekitar US$317,7 juta, dengan Bitcoin tetap menjadi komponen yang paling dominan.
Kepemilikan Bhutan Masih Didominasi Bitcoin
Kalau melihat komposisi portofolionya, cadangan Bhutan nyaris sepenuhnya masih bertumpu pada Bitcoin. Wallet tersebut tercatat memegang sekitar 4.453 BTC dengan nilai sekitar US$317,6 juta, menjadikan BTC sebagai aset utama yang hampir sepenuhnya menentukan arah nilai portofolio negara itu.

Di luar Bitcoin, Bhutan juga terlihat memiliki sejumlah aset lain dalam ukuran yang jauh lebih kecil. Holdings tersebut antara lain sekitar 28,796 ETH senilai sekitar US$62,81 ribu, lalu beberapa token minor seperti KIBSHI, APU, PHIL, LNQ, dan AIKEK yang nilainya hanya berada di kisaran puluhan hingga ratusan dolar.
Komposisi ini membuat setiap perpindahan BTC punya dampak yang sangat besar terhadap total nilai cadangan.
Maret Jadi Bulan yang Lebih Aktif untuk Outflow
Transfer terbaru ini bukan pergerakan tunggal. Sebelumnya, Bhutan juga sudah melakukan beberapa perpindahan besar sepanjang Maret, termasuk transfer puluhan juta dolar dalam beberapa transaksi terpisah dan perpindahan lain pada awal bulan.

Penurunan ini juga mencerminkan perubahan posisi Bhutan dalam jangka menengah. Dari data yang muncul, kepemilikan sovereign wallet tersebut kini turun jauh dari level lebih dari 13.000 BTC pada Oktober 2024. Sekarang, cadangannya tersisa sekitar 4.453 BTC, yang berarti pengurangannya sudah sangat signifikan dibanding puncak sebelumnya.
Bila dilihat dari sudut pandang market, pola seperti ini sering dibaca sebagai tanda realisasi keuntungan, penyesuaian treasury, atau pengelolaan cadangan negara yang lebih aktif.
Karena Bhutan dikenal memiliki hubungan erat dengan aktivitas mining Bitcoin berbasis energi hidro, setiap pengurangan holdings juga memunculkan pertanyaan apakah negara itu sedang mengubah strategi cadangan, atau hanya melakukan manajemen kas secara bertahap.
Profit and Loss Masih Menunjukkan Bhutan Berada di Zona Untung
Meski ukuran portofolionya mengecil, grafik profit & loss yang terlihat tetap menunjukkan bahwa Bhutan masih berada dalam posisi yang sangat menguntungkan.

Kurva cumulative profit & loss masih berada jauh di atas nol, bahkan sempat mendekati area US$1 miliar sebelum mengalami penurunan bertahap dalam beberapa bulan terakhir.
Artinya, meski nilai portofolionya saat ini berada di kisaran US$317 juta, Bhutan kemungkinan besar masih menyimpan keuntungan besar dari akumulasi dan pengelolaan BTC pada harga yang jauh lebih rendah.
Kalau dilihat secara visual, pola P&L Bhutan juga memperlihatkan dua hal penting. Pertama, portofolio ini sempat menikmati lonjakan tajam selama fase kenaikan harga Bitcoin. Kedua, sejak paruh akhir 2025 hingga 2026, performanya mulai melemah dan bergerak turun, sejalan dengan berkurangnya holdings dan koreksi nilai portofolio.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan sebagai saran keuangan atau ajakan investasi. Selalu lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan di crypto market.
Bergabung dengan MEXC dan mulai trading hari ini
Daftar


