
Saat memulai perjalanan trading kripto, salah satu keputusan pertama dan paling penting yang akan kamu hadapi adalah memilih antara spot trading dan futures trading. Meski keduanya memungkinkan kamu meraih profit dari pergerakan harga kripto, cara kerja keduanya berbeda secara fundamental dan memiliki profil risiko yang sangat berbeda.
Panduan komprehensif ini menjelaskan semua hal yang perlu kamu ketahui tentang spot vs futures trading, termasuk cara kerja masing-masing, kelebihan dan kekurangannya, tingkat risikonya, serta mana yang tepat untuk level pengalaman dan tujuan investasimu. Di akhir artikel, kamu akan memiliki pemahaman yang jelas tentang metode trading mana yang paling selaras dengan strategimu.
Apa Itu Spot Trading?
Definisi:
Spot trading adalah bentuk trading kripto yang paling straightforward. Saat kamu melakukan spot trading, kamu membeli dan menjual kripto yang sebenarnya pada harga market saat ini (harga “spot”). Kamu memiliki aset tersebut secara langsung, bisa memindahkannya ke wallet, dan memperoleh profit ketika harga naik.
Cara Kerja Spot Trading:
- Buy: Kamu membeli Bitcoin di harga $90.000 menggunakan USDT
- Hold: Kamu memiliki 1 BTC di spot wallet MEXC milikmu
- Sell: Ketika BTC naik ke $95.000, kamu menjual untuk profit
- Hasil: Kamu mendapat profit $5.000 (dikurangi trading fee)
Karakteristik Utama:
- Kepemilikan Langsung: Kamu memiliki kripto yang sebenarnya
- Tanpa Kedaluwarsa: Kamu bisa memegang aset tanpa batas waktu
- Tanpa Leverage (Standar): Kamu hanya bisa membeli sesuai kemampuan (rasio 1:1)
- Risiko Lebih Rendah: Kamu tidak bisa rugi lebih dari modal awalmu
- Transfer ke Wallet: Kamu bisa menarik kripto ke wallet eksternal
- Mudah Dipahami: Buy rendah, sell tinggi
Contoh di MEXC:
Kamu punya $10.000 dan ingin membeli Ethereum di harga $3.000:
- Kamu bisa membeli 3,33 ETH ($10.000 / $3.000)
- Jika ETH naik ke $3.300, nilai kepemilikanmu menjadi $10.989
- Profit: $989 (return 9,89%)
Jika ETH turun ke $2.700, nilai kepemilikanmu menjadi $8.991
- Rugi: -$1.009 (-10,09% rugi)
Apa Itu Futures Trading?
Definisi:
Futures trading melibatkan kontrak untuk membeli atau menjual kripto pada harga yang telah ditentukan di tanggal mendatang (atau kontrak perpetual tanpa tanggal kedaluwarsa). Yang penting, kamu tidak memiliki kripto yang sebenarnya—kamu memperdagangkan kontrak derivatif yang mengikuti harga aset tersebut.
Cara Kerja Futures Trading:
- Open Position: Kamu masuk posisi “long” (bullish) atau “short” (bearish)
- Leverage: Kamu bisa mengontrol BTC senilai $90.000 hanya dengan $10.000 (leverage 10x)
- Pergerakan Harga: Profit/rugi dikalikan sesuai leverage
- Close Position: Kamu menutup kontrak untuk merealisasikan profit/rugi
- Hasil: PnL (profit and loss) diselesaikan dalam USDT
Karakteristik Utama:
- Tanpa Kepemilikan Langsung: Kamu tidak pernah memiliki kripto yang sebenarnya
- Leverage Tersedia: Mengontrol posisi besar dengan modal kecil (hingga 125x di MEXC)
- Bisa Short: Profit dari penurunan harga, bukan hanya kenaikan
- Funding Rate: Pembayaran berkala antara trader long/short
- Risiko Likuidasi: Posisi otomatis ditutup jika rugi melebihi margin
- Tidak Bisa Ditarik: Kamu tidak bisa memindahkan kontrak futures ke wallet
- Tidak Bisa Withdraw: Kamu tidak bisa mentransfer kontrak futures ke wallet
Contoh di MEXC:
Kamu punya $10.000 dan ingin eksposur Bitcoin di harga $90.000 dengan leverage 10x:
- Kamu mengontrol BTC senilai $100.000 (modal $10.000 × leverage 10x)
- Ini setara eksposur sebesar 1,11 BTC
Jika BTC naik 5% ke $94.500:
- Kamu profit $5.000 (return 50% atas $10.000)
Jika BTC turun 5% ke $85.500:
- Kamu rugi $5.000 (-50% atas $10.000)
Jika BTC turun 10%:
- Posisi kamu dilikuidasi; kamu kehilangan seluruh $10.000
Perbedaan Utama: Spot vs Futures Trading
| Fitur | Spot Trading | Futures Trading |
|---|---|---|
| Kepemilikan | Kamu memiliki kripto yang sebenarnya | Kamu memiliki kontrak, bukan asetnya |
| Leverage | Tidak ada (1:1) atau hingga 3–10x margin | Hingga 125x leverage di MEXC |
| Arah Profit | Profit hanya saat harga naik | Profit saat harga naik (long) atau turun (short) |
| Tingkat Risiko | Lebih rendah: tidak bisa rugi lebih dari modal | Lebih tinggi: bisa kehilangan seluruh margin + lebih |
| Likuidasi | Tidak berlaku | Ya—posisi otomatis ditutup |
| Funding Rate | Tidak ada | Ada—pembayaran berkala antar trader |
| Periode Hold | Tanpa batas | Bisa tanpa batas (perpetual) atau ada expiry |
| Kompleksitas | Simple—buy dan sell | Kompleks—perlu paham leverage, margin, likuidasi |
| Ideal Untuk | Pemula, investor jangka panjang | Trader berpengalaman, strategi jangka pendek |
| Withdraw | Bisa transfer ke wallet eksternal | Tidak bisa withdraw (kontrak, bukan aset) |
| Trading Fee | 0,1% maker/taker (MEXC spot) | 0,02% maker, 0,06% taker (MEXC futures) |
Kelebihan dan Kekurangan
Spot Trading
Kelebihan:
- Simplicity: Mudah dipahami, buy saat harga rendah, sell saat tinggi
- Risiko Lebih Rendah: Tidak bisa rugi lebih dari modal awal
- Tanpa Likuidasi: Harga bisa turun 90%, tapi kamu tetap punya kriptonya
- Kepemilikan Aset: Bisa transfer ke cold wallet untuk keamanan jangka panjang
- Tanpa Tekanan Waktu: Bisa hold berhari-hari, berbulan-bulan, atau bertahun-tahun tanpa penalti
- Lebih Ringan Secara Psikologis: Lebih tidak menegangkan dibanding mengelola posisi berleverage
- Lebih Sederhana untuk Pajak: Pelaporan lebih simpel (hanya transaksi buy/sell)
Kekurangan:
- Return Lebih Rendah: Terbatas pada pergerakan harga (tanpa pengali leverage)
- Butuh Modal Besar: Perlu dana penuh (misal $90K untuk 1 BTC)
- Tidak Bisa Short: Profit hanya dari kenaikan harga, bukan penurunan
- Kenaikan Lebih Lambat: BTC naik 10% = portofolio naik 10%
- Opportunity Cost: Modal “terkunci” saat holding posisi
Futures Trading
Kelebihan:
- Leverage: Mengontrol posisi besar dengan modal kecil (memaksimalkan return)
- Short Selling: Profit dari market naik maupun turun
- Efisiensi Modal: $10K bisa mengontrol posisi $1M+ (dengan leverage 100x)
- Hedging: Melindungi kepemilikan spot dengan melakukan short di futures
- Fee Lebih Rendah: Sering lebih murah per trade dibanding spot (MEXC: 0,02% maker)
- Tanpa Penyimpanan: Tidak perlu khawatir soal keamanan wallet
- Profit Cepat: Leverage memperbesar profit dari pergerakan harga kecil
Kekurangan:
- Risiko Tinggi: Rugi dikalikan sama seperti profit; bisa habis cepat
- Likuidasi: Posisi otomatis ditutup jika margin tidak cukup
- Funding Rate: Biaya berkala untuk mempertahankan posisi (bisa menggerus profit)
- Kompleks: Perlu memahami margin, leverage, perhitungan PnL
- Tekanan Emosional: Leverage tinggi menciptakan tekanan psikologis kuat
- Tanpa Kepemilikan: Tidak bisa transfer atau menggunakan kripto di protokol DeFi
- Over-Trading: Akses mudah dapat memicu trading impulsif dan tidak profitable
Memahami Leverage: Pedang Bermata Dua
Apa Itu Leverage?
Leverage memungkinkan kamu mengontrol posisi yang lebih besar dari modalmu dengan meminjam dana dari exchange. Ditulis sebagai rasio (2x, 10x, 50x, 125x), leverage mengalikan potensi profit dan rugi.
Contoh:
Tanpa Leverage (Spot):
- Modalmu: $1.000
- Harga Bitcoin: $90.000
- Kamu buy: 0,011 BTC
- BTC naik 10% ke $99.000
- Profitmu: $100 (return 10%)
Dengan Leverage 10x (Futures):
- Modalmu: $1.000
- Harga Bitcoin: $90.000
- Kamu mengontrol: 0,11 BTC (10x dari modal)
- BTC naik 10% ke $99.000
- Profitmu: $990 (return 99%!)
TAPI jika BTC turun 10%:
- Rugimu: -$990 (-99% rugi)
- Pada -10% rugi, kamu nyaris dilikuidasi
Penjelasan Likuidasi:
Ketika rugi mendekati margin (modal awal), exchange akan otomatis menutup posisi untuk mencegah kamu berutang. Ini disebut likuidasi.
Contoh Likuidasi:
- Kamu membuka posisi BTC long $10.000 dengan leverage 10x (mengontrol $100K)
- Harga likuidasi kamu ~10% di bawah harga entry
- Jika BTC turun 10%, kamu kehilangan seluruh $10.000
- Posisi ditutup otomatis (dilikuidasi)
- Kamu tidak bisa “hold melewati dip” seperti spot trading
Inti Utama: Leverage lebih tinggi = potensi profit lebih tinggi, TAPI juga risiko likuidasi lebih tinggi.
Funding Rate: Biaya Tersembunyi di Futures
Apa Itu Funding Rate?
Pada perpetual futures (kontrak tanpa expiry), funding rate adalah pembayaran berkala antara trader long dan short untuk menjaga harga futures tetap dekat dengan harga spot.
Cara Kerjanya:
- Funding Rate Positif: Long membayar short (saat harga futures > harga spot)
- Funding Rate Negatif: Short membayar long (saat harga futures < harga spot)
- Frekuensi Pembayaran: Setiap 8 jam di sebagian besar exchange (termasuk MEXC)
- Rate: Biasanya 0,01% hingga 0,1% per pembayaran
Contoh:
Kamu memegang posisi BTC long senilai $100.000:
- Funding rate: +0,05% (kamu membayar)
- Pembayaran: $50 setiap 8 jam ($150/hari)
- Selama 30 hari: $4.500 biaya funding
Dampak ke Strategi:
- Posisi futures jangka panjang bisa menumpuk biaya funding yang besar
- Saat bull market, long sering membayar short (negative carry)
- Trader yang cerdas memantau funding untuk timing entry/exit
Kelebihan Spot Trading: Tidak ada funding rate—kamu bisa hold selama yang kamu mau tanpa biaya berulang.
Perbandingan Risiko: Seberapa Banyak Kamu Bisa Rugi?
Risiko Spot Trading:
Kerugian Maksimum: Seluruh investasi kamu (jika kripto turun ke $0)
Skenario Realistis:
- Bitcoin turun 50% dari $90K ke $45K
- Investasi $10K menjadi $5K
- Rugi: -$5.000 (-50%)
- Kamu tetap memiliki 0,11 BTC—bisa menunggu recovery
Poin Penting: Kamu tidak bisa rugi lebih dari yang kamu investasikan. BTC kamu tidak “hilang.”
Risiko Futures Trading:
Kerugian Maksimum: Seluruh margin + potensi rugi tambahan (jika likuidasi gagal saat volatilitas ekstrem)
Skenario Realistis dengan Leverage 10x:
- BTC turun 10% dari $90K ke $81K
- Modal $10K mengontrol posisi $100K
- Rugi: -$10.000 (-100%)
- Posisi dilikuidasi—kamu kehilangan semuanya
Skenario Ekstrem (Jarang):
- Flash crash menyebabkan likuidasi gagal
- Exchange menutup posisi pada harga lebih buruk
- Potensi saldo negatif (meski MEXC memiliki insurance fund untuk menutup ini)
Poin Penting: Dengan leverage, pergerakan harga kecil bisa menyebabkan rugi besar. Likuidasi bersifat otomatis dan tidak bisa dibalikkan.
Mana yang Harus Kamu Pilih?
Pilih Spot Trading Jika:
- Kamu pemula dengan pengalaman trading kurang dari 6 bulan
- Kamu punya horizon investasi jangka panjang (6+ bulan)
- Kamu ingin menghindari risiko likuidasi dan bisa tidur nyenyak
- Kamu membangun portofolio kripto untuk penggunaan masa depan (DeFi, pembayaran)
- Kamu lebih suka “buy lalu lupa” daripada memantau aktif
- Kamu menginvestasikan uang yang tidak sanggup kamu kehilangan
- Kamu ingin transfer kripto ke cold wallet untuk keamanan
- Kamu sedang belajar market kripto dan ingin risiko lebih rendah
Profil Pengguna Ideal:
- Baru di kripto
- Mindset jangka panjang
- Risk-averse
- Ingin kepemilikan aset
- Siap menghadapi volatilitas sambil tetap hold
Pilih Futures Trading Jika:
- Kamu punya pengalaman trading 1+ tahun dan paham risiko
- Kamu ingin profit dari market bullish maupun bearish
- Kamu nyaman dengan volatilitas tinggi dan kemungkinan rugi total
- Kamu punya risk capital khusus untuk trading (bukan tabungan)
- Kamu bisa memantau posisi aktif dan memasang stop-loss
- Kamu paham leverage, margin, likuidasi, dan funding rate
- Kamu ingin hedging kepemilikan spot yang sudah ada
- Kamu punya strategi manajemen risiko yang disiplin
Profil Pengguna Ideal:
- Trader berpengalaman
- Fokus jangka pendek (hari/minggu)
- Risk-tolerant
- Mengejar return yang diperbesar
- Punya modal khusus untuk trading berisiko tinggi
Cara Memulai di MEXC
Spot Trading di MEXC:
Step 1: Buat Akun
- Daftar di MEXC.com
- Selesaikan verifikasi email/nomor telepon
- Aktifkan keamanan 2FA
Step 2: Selesaikan KYC
- Unggah ID pemerintah
- Verifikasi wajah
- Membuka limit withdraw yang lebih tinggi
Step 3: Deposit Dana
- Buka “Assets” → “Deposit”
- Pilih kripto (USDT direkomendasikan untuk pemula)
- Kirim dari exchange/wallet lain ATAU gunakan P2P untuk membeli dengan fiat
Step 4: Buy Kripto (Spot)
- Masuk ke “Spot Trading”
- Cari pair yang kamu inginkan (misal BTC/USDT)
- Pilih order “Market” atau “Limit”
- Masukkan jumlah dan konfirmasi
- Kripto muncul di Spot Wallet
Step 5: Sell untuk Profit
- Saat harga naik, kembali ke pair trading
- Pilih “Sell”
- Konfirmasi transaksi
- USDT masuk ke wallet (withdraw atau reinvest)
Futures Trading di MEXC:
Step 1–3: Sama seperti spot (akun, KYC, deposit)
Step 4: Transfer ke Futures Wallet
- Buka “Assets” → “Transfer”
- Pindahkan USDT dari Spot ke Futures wallet
Step 5: Buka Posisi Futures
- Masuk ke “Futures Trading”
- Pilih kontrak perpetual (misal BTCUSDT)
- Pilih leverage (mulai 2–5x untuk pemula)
- Atur stop-loss dan take-profit
- Klik “Buy/Long” (bullish) atau “Sell/Short” (bearish)
Step 6: Pantau & Tutup
- Pantau posisi di tab “Positions”
- Tutup manual saat target tercapai ATAU
- Biarkan stop-loss/take-profit berjalan otomatis
Tips Manajemen Risiko:
- Jangan gunakan lebih dari 5–10% modal untuk satu trade
- Selalu pasang stop-loss sebelum membuka posisi
- Mulai dari leverage terendah (2–3x)
- Latihan dengan nominal kecil ($50–100) sebelum scale up
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Kesalahan Spot Trading:
❌ Buy tinggi, sell rendah: panic selling saat harga turun
❌ Tidak ada strategi: trading berdasarkan emosi atau tips
❌ Mengabaikan fee: tidak menghitung biaya trading
❌ Overtrading: terlalu sering buy/sell alih-alih hold
❌ Tanpa riset: membeli coin tanpa paham fundamental
Kesalahan Futures Trading:
❌ Leverage terlalu besar: memakai 50–125x sebagai pemula (resep likuidasi)
❌ Tanpa stop-loss: berharap posisi rugi akan berbalik
❌ Revenge trading: mencoba cepat menutup kerugian
❌ Mengabaikan funding: menahan posisi futures jangka panjang dengan biaya funding tinggi
❌ Overleveraging: mempertaruhkan lebih dari 1–2% modal per trade
❌ Trading dua arah sekaligus: strategi membingungkan yang berujung rugi
Strategi Lanjutan: Menggabungkan Keduanya
Banyak trader berpengalaman menggunakan spot dan futures secara strategis:
Strategy 1: Spot Jangka Panjang + Futures Jangka Pendek
- Hold Bitcoin di spot wallet (investasi jangka panjang)
- Trading futures untuk profit jangka pendek
- Spot memberikan stabilitas; futures memberi return
Strategy 2: Hedging
- Punya 1 BTC di spot wallet (nilai: $90K)
- Market terlihat bearish jangka pendek
- Buka posisi short futures untuk mengimbangi potensi rugi spot
- Jika BTC turun ke $85K: spot rugi $5K, futures profit $5K (ter-hedge)
Strategy 3: Dollar-Cost Averaging (DCA) + Futures Selektif
- Rutin buy Bitcoin via spot (misal $500/bulan)
- Saat tren jelas muncul, buka futures berleverage
- Spot membangun posisi jangka panjang; futures menangkap momentum
Kesimpulan: Mulai dari Spot, Lanjutkan ke Futures
Bagi mayoritas pemula, spot trading adalah titik awal yang tepat. Spot menawarkan kesederhanaan, risiko lebih rendah, kepemilikan aset nyata, dan memungkinkan kamu belajar market kripto tanpa bahaya likuidasi. Kuasai fundamental spot trading—analisis teknikal, manajemen risiko, disiplin emosi—sebelum mempertimbangkan futures.
Setelah kamu terbukti konsisten profitable di spot trading selama 6–12 bulan, kamu bisa mulai mengeksplor futures secara hati-hati dengan modal kecil dan leverage rendah. Ingat:
Spot Trading = Belajar & Membangun
Futures Trading = Alat Lanjutan untuk Trader Berpengalaman
Keduanya memiliki tempat dalam strategi trading yang komprehensif, tetapi masuk ke futures terlalu cepat sebelum menguasai spot adalah jalur umum menuju kehilangan modal. Pelan-pelan, mulai dari yang simple, dan tingkatkan kemampuan secara bertahap.
Siap memulai perjalanan tradingmu? MEXC menyediakan market spot dan futures dengan fitur, keamanan, dan dukungan terdepan di industri untuk trader di setiap level.
FAQ: Spot vs Futures Trading
Q: Apakah saya bisa mulai futures trading sebagai pemula total?
A: Secara teknis bisa, tapi tidak direkomendasikan. 95% trader futures kehilangan uang, dan angkanya lebih tinggi untuk pemula. Pelajari spot trading dulu 6–12 bulan, lalu eksplor futures secara hati-hati dengan nominal sangat kecil.
Q: Leverage berapa yang aman untuk pemula?
A: Mulai maksimal leverage 2–3x. Ini memberi pengali moderat tanpa risiko likuidasi ekstrem. Saat pengalaman meningkat dan kamu terbukti profitable, naikkan bertahap ke 5–10x. Hindari 50–125x sampai kamu benar-benar level expert.
Q: Apakah saya bisa rugi lebih dari modal saat futures?
A: Di MEXC, tidak, karena insurance fund exchange menutup saldo negatif. Namun, saat volatilitas ekstrem (flash crash), likuidasi bisa terjadi pada harga yang lebih buruk dari perkiraan, sehingga margin bisa turun mendekati nol.
Q: Mana yang lebih profitable: spot atau futures?
A: Futures punya potensi profit lebih tinggi karena leverage, tetapi juga risiko rugi total lebih tinggi. Banyak trader futures rugi karena manajemen risiko yang buruk. Profit konsisten di futures butuh skill, disiplin, dan pengalaman.
Q: Bisa trading futures dan spot secara bersamaan di MEXC?
A: Ya. Kamu bisa hold BTC spot sambil trading BTC futures. Pastikan kamu memahami risiko masing-masing posisi secara terpisah.
Q: Apakah saya perlu akun berbeda untuk spot dan futures?
A: Tidak. MEXC menyediakan spot dan futures wallet dalam satu akun yang sama. Kamu tinggal memindahkan dana antar wallet lewat fungsi “Transfer”.
Mulai Trading di MEXC:
Apa pun pilihanmu spot atau futures, MEXC menyediakan tools yang kamu butuhkan untuk sukses:
- 2.200+ spot trading pairs
- 200+ futures contracts dengan leverage hingga 125x
- Fee rendah: 0,1% spot, 0,02% maker futures
- Fitur lanjutan: stop-loss, take-profit, grid trading, copy trading
- Dukungan pelanggan 24/7
Disclaimer: Konten ini hanya untuk tujuan edukasi dan referensi, dan tidak merupakan nasihat investasi apa pun. Investasi aset digital memiliki risiko tinggi. Harap evaluasi dengan cermat dan bertanggung jawab penuh atas keputusan Anda sendiri.
Bergabung dengan MEXC dan mulai trading hari ini
Daftar


