Bursa MEXC: Nikmati token paling tren, airdrop harian, biaya trading terendah di dunia, dan likuiditas lengkap! Daftar sekarang dan klaim Hadiah Selamat Datang hingga 8.000 USDT!   •   Daftar • Top Crypto TGE di Q1 2026: Aster, Backpack, MegaETH, dan 5+ Proyek Lain yang Patut Dipantau • 10 High-Potential Cryptocurrencies to Watch in 2026: Market Trends, Web3 Utility, and AI Integration Signals  • Bitcoin Bear Trap 2026: 5 Sinyal Mengarah ke $60K atau $150K • Daftar
Bursa MEXC: Nikmati token paling tren, airdrop harian, biaya trading terendah di dunia, dan likuiditas lengkap! Daftar sekarang dan klaim Hadiah Selamat Datang hingga 8.000 USDT!   •   Daftar • Top Crypto TGE di Q1 2026: Aster, Backpack, MegaETH, dan 5+ Proyek Lain yang Patut Dipantau • 10 High-Potential Cryptocurrencies to Watch in 2026: Market Trends, Web3 Utility, and AI Integration Signals  • Bitcoin Bear Trap 2026: 5 Sinyal Mengarah ke $60K atau $150K • Daftar

Michael Saylor “Rugi” di Bitcoin — Ini Kenapa Kerugian $900 Juta Tidak Seseram Kedengarannya

Untuk pertama kalinya sejak 2023, Strategy milik Michael Saylor—perusahaan dengan treasury Bitcoin korporasi terbesar di dunia, masuk posisi “underwater”. Penurunan Bitcoin ke $74.502 pada 1 Februari membuat harga berada di bawah rata-rata harga beli Strategy sebesar $76.037 per BTC, sehingga tercatat lebih dari $900 juta kerugian yang belum terealisasi dari total kepemilikan 712.647 BTC.

Saham MSTR turun 7,3% di premarket pada Senin, menyentuh level terendah multi-tahun di $138,80. Thread Reddit mulai ramai membahas kemungkinan likuidasi paksa. Headline finansial mempertanyakan apakah “bendungan” akan jebol.

Tapi ada bagian penting yang sering terlewat: Strategy tidak menghadapi risiko jual paksa. Tidak ada margin call. Tidak ada ancaman solvabilitas dalam waktu dekat. Kerugian $900 juta itu sepenuhnya belum terealisasi, dan tidak mengubah struktur finansial perusahaan.

Jadi kenapa market bereaksi sekeras itu? Dan apa sebenarnya yang bisa kita baca dari kondisi Strategy terhadap arah Bitcoin?

Fakta Utamanya, Secara Singkat

Strategy saat ini memegang 712.647 Bitcoindan semuanya tidak dibebani. Tidak ada yang dijaminkan sebagai kolateral. Tidak ada lender yang bisa memaksa penjualan.

Perusahaan membeli 855 BTC pada 26 Januari dengan harga rata-rata $87.974, didanai dari penjualan saham biasa. Mereka juga menambah 2.932 BTC di awal Januari dengan rata-rata $90.061. Total kepemilikan bernilai sekitar $54,3 miliar pada harga saat ini, dengan total biaya sekitar $54,2 miliar. Posisi itu berada sedikit di atas break-even, dan sempat “masuk air” ketika Bitcoin menyentuh $74.502.

Strategy memiliki cadangan kas $2,25 miliar. Mereka punya $8,2 miliar convertible debt, namun dengan ketentuan yang fleksibel termasuk notes 0% yang jatuh tempo pada 2030. Kas tersebut cukup untuk menutup lebih dari dua tahun kewajiban dividend dan bunga utang.

Ini bukan kondisi distress. Masalah utamanya bukan “kehabisan uang,” melainkan Strategy jadi tidak bisa membeli Bitcoin seefisien dulu.

Mitos vs Realita: Tiga Ketakutan yang Keliru

Mitos 1: “Strategy kena margin call karena Bitcoin turun.”
Realita: 712.647 BTC milik Strategy tidak dijaminkan. Tidak ada kolateral pledge. Tidak ada skenario jual paksa, seberapa pun rendah harga Bitcoin.

Mitos 2: “Strategy bakal kehabisan kas dan terpaksa jual BTC.”
Realita: Kas $2,25 miliar menutup operasional dan kewajiban utang dalam waktu dekat. Perusahaan tidak perlu menjual Bitcoin untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.

Mitos 3: “Kalau saham MSTR jatuh, mereka akan dipaksa likuidasi.”
Realita: Kepemilikan BTC Strategy tidak terikat mekanis dengan harga saham. Saham memang sering jadi proxy eksposur Bitcoin turun saat BTC turun tapi tidak ada pemicu likuidasi otomatis yang terkait dengan harga saham.

Yang sebenarnya terjadi: mesin utama Strategy untuk membeli Bitcoin adalah menerbitkan saham baru ketika saham diperdagangkan premium dibanding nilai BTC yang mereka pegang. Saat saham berada di atas nilai underlying asset, Saylor bisa menjual saham “lebih mahal” dan memakai hasilnya untuk membeli BTC. Flywheel inilah yang ikut memperkuat reli Bitcoin dari $60.000 ke $126.000.

Sekarang, ketika MSTR diperdagangkan diskon terhadap NAV—rasio mNAV turun ke sekitar 0,81 menurut TechStory—flywheel tersebut berhenti. Strategy tidak bisa menerbitkan saham secara menguntungkan, sehingga akumulasi melambat. Tapi ini bukan “collapse”—hanya perlambatan.

Kenapa Saylor Tetap Beli?

Meski sempat underwater, Saylor tetap menambah 855 BTC beberapa hari sebelum penurunan paling tajam. Ini bukan tindakan impulsif—ini konsisten dengan playbook yang ia jalankan sejak 2020.

Ia membeli Bitcoin di $11.000 pada 2020. Harga naik ke $69.000, ia tetap beli. Ia terus membeli sepanjang bear market 2022 saat BTC di $16.000–$25.000. Lalu Bitcoin naik ke $126.000. Sekarang ia membeli lagi di kisaran $87.000–$90.000, dengan keyakinan harga akan naik jauh lebih tinggi dalam jangka panjang.

Tesisnya tidak berubah: Bitcoin adalah aset supply tetap yang akan terapresiasi dalam hitungan dekade. Setiap drawdown ia anggap peluang beli, bukan ancaman. Ia juga tetap memberi “kode” pembelian via posting khasnya di X sebelum filing resmi dirilis.

Risikonya tetap ada. Jika Bitcoin masuk bear market panjang seperti 2018–2019 dan butuh bertahun-tahun untuk pulih, saham Strategy bisa bertahan diskon lama. Namun menurut catatan Barchart, skenario kerusakan finansial yang benar-benar ekstrem (jual aset paksa atau kebangkrutan) baru realistis jika Bitcoin turun di bawah $25.000. Itu berarti penurunan sekitar 66% dari level saat ini—dan banyak analis menganggapnya kecil kemungkinannya karena demand institusional lewat ETF yang kini menjadi “lantai” tambahan di market.

Gambaran Lebih Besar: Strategy Bukan Satu-Satunya yang Sakit

Strategy memang paling terlihat, tapi bukan satu-satunya yang mengalami unrealised losses. Sekitar 10% dari total Bitcoin yang dipegang institusi tradisional juga berada dalam kondisi rugi belum terealisasi.

Sektor Bitcoin Treasury membesar menjadi 194 perusahaan publik yang mengadopsi bentuk tertentu dari “Bitcoin standard,” menurut TechStory. Strategy tetap yang terbesar dengan 712.647 BTC, jauh di atas MARA Holdings (53.250 BTC) dan Twenty One (43.514 BTC).

Bahkan Norges Bank Investment Management (Norwegia) disebut memakai MSTR sebagai kendaraan utama untuk eksposur Bitcoin tidak langsung. Menurut data K33, sekitar 81% eksposur kripto tidak langsung mereka berasal dari saham Strategy, yang mengimplikasikan kepemilikan setara sekitar 7.801 BTC.

Pertanyaan sistemiknya: apakah unrealised losses institusi bisa memicu gelombang jual paksa? Jawabannya kembali ke struktur. Holder ETF bisa redeem kapan saja, tapi mayoritas cenderung investor jangka panjang. Corporate treasury seperti Strategy memegang BTC tanpa jaminan, jadi tidak ada forced selling. Kelompok paling rentan biasanya miner yang memakai leverage, namun BTC mereka juga sering tidak dijaminkan.

Kapan Flywheel Strategy Bisa Jalan Lagi?

Agar Strategy kembali agresif membeli Bitcoin, ada tiga syarat utama.

Pertama, Bitcoin perlu bertahan di atas $76.037—harga rata-rata beli Strategy. Setelah itu, narasi “underwater” hilang dan sentimen membaik.

Kedua, saham MSTR harus kembali diperdagangkan premium terhadap NAV. Rasio mNAV perlu pulih di atas 1,0. Ini biasanya membutuhkan Bitcoin bertahan di atas $80.000–$85.000, bukan sekadar spike singkat.

Ketiga, sentimen market harus bergeser. Fear and Greed Index perlu keluar dari fase extreme fear. Investor institusional jarang membeli MSTR saat diskon terhadap nilai BTC-nya—mereka butuh keyakinan tren kembali naik.

Jika Bitcoin stabil di atas $78.000 dan membentuk pemulihan berkelanjutan ke $85.000–$90.000 dalam 2–4 minggu, flywheel bisa restart di akhir Februari atau Maret. Namun jika Bitcoin melemah menuju $65.000, flywheel kemungkinan tetap “macet” lebih lama.


Cara Trading di Sekitar Situasi Ini

Jika kamu bullish Bitcoin akan pulih, membeli BTC langsung di MEXC biasanya lebih “bersih” dibanding MSTR. Kamu mendapat eksposur langsung tanpa efek tambahan dari dinamika saham.

Jika kamu tetap ingin pendekatan ala MSTR yang lebih “amplified,” jaga ukuran posisi kecil—maksimal 1–2% portofolio. Tunggu konfirmasi: close Bitcoin yang bertahan di atas $78.000 sebelum masuk, dan close di atas $85.000 sebelum menambah.

Untuk hedging, put option Bitcoin di strike $72.000–$75.000 bisa memberi perlindungan downside tanpa harus menjual core holdings. Pantau juga data ETF flows, kembalinya inflow biasanya jadi sinyal paling kuat bahwa sentimen institusional membaik.

Kesimpulan

Strategy yang sempat underwater adalah headline besar, tapi bukan krisis. Struktur finansial perusahaan tetap solid. Kepemilikan BTC-nya aman. Saylor kemungkinan akan terus membeli.

Cerita sesungguhnya adalah apa yang kondisi ini ungkap soal sentimen. Ketika pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia terlihat “rugi,” market psikologis jadi rapuh: ritel mudah panik dan menjual lebih cepat.

Namun Saylor sudah berkali-kali berada di posisi ini. Dan setiap kali, pola yang terjadi sama: ia bertahan, harga pulih, dan posisi kembali untung besar.

Itu bukan jaminan akan selalu terulang. Tapi itulah track record-nya. Dan saat ini, ia masih membeli.

Trade Bitcoin dan pantau market di MEXC
Akses pergerakan harga real-time, pasang limit order di level support kunci, dan gunakan tools portofolio MEXC untuk mengelola risiko di periode volatilitas tinggi.

Disclaimer: This content is for educational and reference purposes only and does not constitute any investment advice. Digital asset investments carry high risk. Please evaluate carefully and assume full responsibility for your own decisions.

Bergabung dengan MEXC dan mulai trading hari ini

Daftar