Bursa MEXC: Nikmati token paling tren, airdrop harian, biaya trading terendah di dunia, dan likuiditas lengkap! Daftar sekarang dan klaim Hadiah Selamat Datang hingga 8.000 USDT!   •   Daftar • Panduan Pajak Kripto 2026: Keuntungan Modal vs. Pendapatan di Seluruh Dunia • MEXC Earn Gold Catat Pertumbuhan 35% Sejak Februari • Apakah Anda Membayar Pajak atas Kripto pada 2026? Rincian per Negara • Daftar
Bursa MEXC: Nikmati token paling tren, airdrop harian, biaya trading terendah di dunia, dan likuiditas lengkap! Daftar sekarang dan klaim Hadiah Selamat Datang hingga 8.000 USDT!   •   Daftar • Panduan Pajak Kripto 2026: Keuntungan Modal vs. Pendapatan di Seluruh Dunia • MEXC Earn Gold Catat Pertumbuhan 35% Sejak Februari • Apakah Anda Membayar Pajak atas Kripto pada 2026? Rincian per Negara • Daftar

STRC Jadi Favorit Retail Saat MSTR Melemah

Minat investor retail ke instrumen Strategy mulai bergeser. Jika sebelumnya perhatian utama tertuju ke saham biasa MSTR, kini porsi kepemilikan retail justru jauh lebih besar di STRC, saham preferen perpetual milik Strategy yang menawarkan yield lebih stabil.

Menurut CEO Strategy, Phong Le, sekitar 80% pemegang STRC kini berasal dari investor retail, sementara di saham biasa MSTR angkanya hanya sekitar 40%.

Perubahan ini muncul saat performa MSTR terus tertekan. Sejak awal tahun, saham biasa Strategy turun sekitar 12%, sejalan dengan tekanan di Bitcoin dan kekhawatiran pasar atas volatilitas model treasury mereka.

Strategy Dorong STRC Jadi Produk Utama

STRC, atau Stretch, adalah saham preferen perpetual dengan dividen variabel. Pada Maret 2026, Strategy menaikkan dividennya menjadi 11,50%, naik 25 basis poin dari level 11,25% pada Februari. Produk ini diposisikan sebagai instrumen ber-yield tinggi dengan volatilitas yang lebih rendah dibanding MSTR.

Manajemen Strategy memang sedang mendorong pergeseran sumber modal dari ekuitas biasa ke saham preferen. Pada Februari, Phong Le sudah menyebut perusahaan akan bergerak dari equity capital ke preferred capital sepanjang 2026.

Langkah itu juga diperkuat lewat filing terbaru yang membuka kapasitas penggalangan dana hingga US$44 miliar, termasuk US$21 miliar dari penjualan STRC melalui skema at-the-market.

Investor Retail Cari Yield, Bukan Volatilitas

Masuknya investor retail ke STRC dalam porsi besar memberi sinyal yang cukup jelas. Banyak investor masih ingin eksposur ke Bitcoin, tetapi tidak lagi selalu memilih jalur yang paling fluktuatif.

STRC menawarkan kombinasi yang berbeda: tetap terkait dengan strategi Bitcoin Strategy, tetapi dengan karakter yang lebih dekat ke instrumen pendapatan.

Michael Saylor menjelaskan produk ini sebagai pintu masuk untuk investor yang percaya Bitcoin akan bertahan dalam jangka panjang, tetapi tidak ingin menanggung volatilitas besar dalam jangka pendek.

Karena tidak memiliki jatuh tempo seperti obligasi, STRC juga dirancang untuk bisa dipegang dalam jangka panjang sambil terus membayar dividen.

Pembelian Bitcoin Tetap Jalan, Tapi Basis Permintaan Berubah

Meski pasar saham dan Bitcoin masih bergejolak, Strategy tetap agresif menambah cadangan. Dalam 30 hari terakhir, perusahaan membeli sekitar 45.000 BTC. Dalam periode yang sama, seluruh perusahaan treasury publik lain secara gabungan hanya menambah sekitar 1.000 BTC.

Total kepemilikan Strategy kini sudah melampaui 762.099 BTC, atau sekitar 76% dari seluruh Bitcoin yang dimiliki perusahaan treasury.

Perubahan ini penting karena menunjukkan bahwa minat retail terhadap eksposur Bitcoin belum hilang. Yang berubah adalah bentuknya.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan di market crypto maupun saham terkait aset digital.

Bergabung dengan MEXC dan mulai trading hari ini

Daftar