
Stablecoin USR milik Resolv mengalami tekanan besar setelah kehilangan patokannya terhadap dolar AS dan sempat turun hingga sekitar US$0,14. Meski sempat rebound ke kisaran US$0,42, guncangan ini tetap memicu kekhawatiran di market karena depeg terjadi sangat dalam dan berlangsung cepat.
Tekanan tersebut muncul setelah suplai USR membengkak akibat masalah pada mekanisme minting. Token yang tidak memiliki backing memadai masuk ke market dan langsung memicu tekanan jual besar di pool DeFi, membuat harga kehilangan pijakan dalam waktu singkat.
Di tengah situasi itu, Resolv menegaskan bahwa masalah utama tidak berada pada aset jaminan. Tim proyek menyebut collateral pool tetap utuh, sehingga fokus market sekarang bergeser ke pertanyaan yang lebih penting: apakah kerusakan hanya terjadi di sisi issuance, dan seberapa cepat protokol bisa memulihkan kepercayaan user.
Masalah Utama Ada di Jalur Penerbitan
Dalam kasus stablecoin, market biasanya bereaksi paling keras ketika suplai bertambah lebih cepat daripada kemampuan likuiditas menyerapnya. Begitu token yang tidak sepenuhnya didukung aset mulai mengalir ke market, tekanan jual bisa langsung membesar dan mempercepat depeg.

Itu juga yang terlihat pada USR. Harga tidak turun perlahan, tetapi langsung pecah karena market membaca ada masalah pada mekanisme penerbitan.
Dalam kondisi seperti ini, kepercayaan menjadi faktor utama, karena begitu user mulai ragu terhadap struktur backing, harga biasanya sulit pulih meski proyek sudah mencoba menenangkan market.
Protokol DeFi Langsung Ambil Sikap Defensif
Begitu USR mulai ambruk, sejumlah protokol DeFi yang punya keterkaitan langsung dengan ekosistem ini bergerak cepat untuk membatasi risiko. Langkah seperti pause market, isolasi vault, atau klarifikasi soal eksposur menjadi respons awal yang umum dipakai untuk mencegah efek domino menyebar lebih luas.
Sejauh ini, dampak yang terlihat masih cenderung terkonsentrasi di protokol yang memang memakai USR atau aset terkait dalam strategi lending dan yield. Artinya, insiden ini belum terlihat sebagai contagion besar ke seluruh sektor DeFi, meski tetap cukup serius bagi ekosistem yang terhubung langsung.
Meski begitu, kasus seperti ini tetap jadi pengingat bahwa di sektor stablecoin, kerusakan tidak selalu berhenti di harga.
Tantangan Resolv Sekarang Ada di Pemulihan Kepercayaan
Kalau klaim Resolv benar dan kolateral memang masih aman, maka tantangan berikutnya bukan sekadar menstabilkan harga USR. Yang jauh lebih sulit adalah memulihkan kredibilitas sistem di mata market, terutama setelah depeg sedalam ini.
Dalam sektor stablecoin, reputasi biasanya pulih lebih lambat daripada harga. Sekali market melihat ada celah pada issuance control, user dan protokol lain akan menuntut transparansi yang lebih tinggi, bukti reserve yang lebih jelas, dan pengawasan yang jauh lebih ketat dari sebelumnya.
Karena itu, langkah selanjutnya akan sangat menentukan. Resolv perlu menunjukkan bahwa jalur eksploitasi sudah ditutup, struktur backing tetap solid, dan risiko lanjutan bisa dikendalikan. Tanpa itu, USR berisiko tetap diperdagangkan dalam kondisi lemah meski tekanan jual terbesarnya sudah mereda.
q
Join MEXC and Get up to $10,000 Bonus!
Sign Up


