
Justin Sun resmi menggugat World Liberty Financial di pengadilan federal California untuk melindungi hak hukumnya sebagai holder WLFI. Gugatan ini muncul setelah Sun menuduh proyek yang terkait dengan keluarga Trump itu membekukan token miliknya, membatasi kendali atas kepemilikan pribadi, dan menghapus hak-haknya sebagai holder.
Dalam pernyataan publiknya, Sun menegaskan gugatan ini tidak mengubah dukungannya terhadap Presiden Donald Trump maupun agenda pemerintahan Trump yang pro-crypto. Fokus gugatannya diarahkan ke cara sebagian tim proyek menjalankan WLFI, yang menurutnya tidak sejalan dengan prinsip fairness dan transparansi yang seharusnya dijaga oleh proyek tersebut.
Sengketa Kini Berpusat pada Token dan Governance
Sun menyebut seluruh token WLFI miliknya telah dibekukan, hak suaranya dalam governance dicabut, dan tokennya bahkan terancam dibakar tanpa justifikasi yang layak. Tuduhan ini memperluas konflik yang sebelumnya sudah memanas, ketika ia menilai WLFI memiliki mekanisme yang memungkinkan pembatasan sepihak atas kepemilikan token holder.
Masalahnya makin besar karena gugatan ini datang hanya beberapa hari setelah WLFI mengajukan proposal restrukturisasi besar atas token terkunci. Proposal 15 April itu akan menahan 80% token early investors hingga 2030 lewat skema dua tahun cliff dan dua tahun vesting bertahap, sementara alokasi founder dan insider mendapat jadwal yang lebih panjang disertai burn 10% pada sebagian token.
Sun juga menyatakan dirinya menolak proposal tersebut karena mewajibkan holder menerima syarat baru secara aktif, dengan risiko token tetap terkunci tanpa batas jika syarat itu tidak disetujui.
Konflik WLFI Sudah Memanas Sebelum Gugatan
Gesekan antara Sun dan WLFI sebenarnya sudah terbuka sejak pertengahan April. Sebelumnya ia menuduh proyek itu menyisipkan fungsi blacklist tersembunyi yang memungkinkan pembekuan dan pembatasan token holder secara sepihak, tuduhan yang dibantah oleh pihak WLFI sambil menyarankan agar persoalan tersebut dibawa ke pengadilan.
Sun sendiri merupakan investor besar di WLFI dan sebelumnya diketahui telah menanamkan setidaknya US$75 juta ke proyek tersebut. Pada saat yang sama, dokumen dan pernyataan terkait WLFI memang menunjukkan bahwa proyek ini mengklaim dapat mengambil tindakan terhadap wallet yang dinilai berisiko tinggi atau terkait aktivitas ilegal, sehingga sengketanya kini bergeser dari tuduhan umum ke pertanyaan yang jauh lebih spesifik soal batas kewenangan proyek.
Ketegangan itu juga diperparah oleh keluhan investor lain soal transparansi, konsentrasi kekuasaan voting, dan struktur lockup yang dinilai terlalu berat. Proposal token 15 April bukan hanya memicu perdebatan soal suplai, tetapi juga memperbesar kekhawatiran bahwa arah governance WLFI semakin terpusat di tangan sedikit pihak.
Arah Berikutnya Akan Ditentukan Pengadilan dan Voting
Fokus market sekarang mengarah ke dua jalur sekaligus. Jalur pertama ada di pengadilan, tempat Sun berupaya memulihkan hak-haknya sebagai holder WLFI. Jalur kedua ada di governance, karena proposal restrukturisasi token akan sangat menentukan bagaimana hak likuiditas dan posisi voting investor lama dibentuk ke depan.
Kasus ini membuat masalah WLFI bergerak lebih jauh dari sekadar tokenomics. Inti sengketanya kini ada pada kontrol atas token yang dibekukan, akses terhadap voting, dan apakah holder besar masih punya perlindungan yang jelas saat proyek mengubah aturan mainnya. Hasil gugatan Sun kemungkinan akan ikut menentukan seberapa jauh proyek crypto bisa membatasi hak holder atas nama governance dan keamanan internal.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar