
AS menyatakan telah menyita hampir US$500 juta aset kripto yang terkait Iran dalam kampanye tekanan ekonomi terhadap Teheran. Angka itu disampaikan Treasury Secretary Scott Bessent dalam wawancara di Fox Business dan langsung berada jauh di atas angka US$344 juta yang sebelumnya sudah diumumkan ke publik lewat aksi freeze wallet terkait Iran.
Selisih itu penting karena dokumentasi publik yang sudah lebih dulu jelas hanya menunjukkan freeze lebih dari US$344 juta USDT di dua alamat, yang dijalankan Tether pada 23 April setelah koordinasi dengan OFAC dan aparat AS. Sampai laporan terbaru muncul, penjelasan rinci soal jarak antara angka US$344 juta dan klaim hampir US$500 juta itu belum dijabarkan terbuka.
Economic Fury Kini Makin Agresif
Aksi ini masuk ke Operation Economic Fury, kampanye tekanan ekonomi yang, menurut Fox Business, diperintahkan Presiden Donald Trump pada Maret 2025 untuk memutus jalur pendanaan Iran lewat penyitaan aset, pembekuan rekening, dan secondary sanctions terhadap pihak yang tetap berbisnis dengan minyak Iran. Dalam wawancara yang sama, Bessent juga mengatakan Iran sedang menghadapi krisis mata uang dan bahwa rial telah melemah sekitar 60%–70% terhadap dolar AS.
Tekanan itu juga datang dari beberapa front lain dalam pekan yang sama. Pada 28 April, OFAC menjatuhkan sanksi ke 35 entitas dan individu yang terkait shadow banking Iran. Enam hari sebelumnya, Treasury menargetkan satu kilang independen di China serta sekitar 40 perusahaan pelayaran dan kapal yang menjadi bagian dari shadow fleet Iran. Pada 21 April, OFAC juga menekan 14 individu, entitas, dan aset yang terkait jaringan pengadaan rudal dan drone Iran.
Kripto Kini Masuk Penuh ke Jalur Sanksi
Kasus ini menunjukkan bahwa aset digital sekarang sudah benar-benar masuk ke jalur enforcement geopolitik, bukan lagi hanya isu kepatuhan industri kripto. Tether sendiri menegaskan freeze US$344 juta itu dilakukan dalam koordinasi dengan OFAC dan penegak hukum AS, serta menyatakan USDT bukan safe haven untuk aktivitas ilegal.
Tekanan itu juga menegaskan arah kebijakan Treasury terhadap Iran. Sejak kampanye tekanan maksimum diperbarui, OFAC telah menjatuhkan sanksi kepada lebih dari 1.000 orang, kapal, dan pesawat yang terkait Iran. Dengan masuknya wallet kripto ke daftar tindakan terbaru, jalur pendanaan digital kini diperlakukan setara dengan jaringan minyak, shadow banking, dan logistik internasional yang selama ini menjadi sasaran utama.
Fokus Berikutnya Ada pada Selisih Angka dan Cakupan Sitaan
Pertanyaan terbesar sekarang ada pada detail angka US$500 juta itu sendiri. Freeze publik yang sudah terkonfirmasi masih berada di level US$344 juta, jadi market akan menunggu apakah Treasury sedang menghitung wallet tambahan, aset digital lain di luar USDT, atau tindakan penyitaan terpisah yang belum diumumkan lebih rinci.
Untuk market kripto, sinyalnya sudah cukup jelas: stablecoin issuer, wallet blacklist, dan sanksi negara kini semakin menyatu dalam satu kerangka enforcement. Jalur berikutnya bukan cuma soal seberapa besar aset yang dibekukan, tetapi juga seberapa cepat otoritas bisa menutup akses on-chain yang dipakai negara atau jaringan yang masuk daftar sanksi.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar