
World Liberty Financial mengajukan proposal governance baru yang mencakup 62,28 miliar WLFI locked tokens. Rinciannya, 17,04 miliar token milik early supporters akan masuk ke skema two-year cliff lalu two-year linear vest, sedangkan 45,24 miliar token milik founder, tim, adviser, dan partner akan masuk ke two-year cliff lalu three-year linear vest jika mereka memilih ikut ke skema baru.

Skema itu juga membuka jalan bagi burn hingga 4,52 miliar WLFI, atau 10% dari alokasi founder, tim, adviser, dan partner. Holder yang tidak menyetujui syarat vesting baru tidak akan ikut burn, tetapi token mereka tetap terkunci tanpa batas waktu sampai ada proposal unlock lain di masa depan.
Tekanan Holder Jadi Pemicu Utama
Proposal ini muncul setelah kritik dari early buyers makin keras akibat lockup yang berkepanjangan dan akses likuiditas yang terbatas. Laporan terbaru menyebut WLFI sudah memberi sinyal pada 10 April bahwa proposal unlock akan dibawa ke governance setelah sebagian holder mulai mengancam langkah hukum.
Sorotan terhadap WLFI juga membesar setelah proyek itu memakai token WLFI sebagai collateral untuk meminjam lebih dari US$75 juta di Dolomite. WSJ melaporkan langkah itu memicu backlash baru, termasuk keluhan dari investor ritel yang masih tidak bisa menjual sekitar 80% kepemilikan token mereka.
Konflik internal lalu melebar ke isu transparansi governance. Reuters melaporkan Justin Sun menuduh WLFI menyisipkan fungsi blacklist tersembunyi yang bisa membekukan kepemilikan token holder, tuduhan yang dibantah WLFI sambil membalas dengan ancaman gugatan. Reuters juga mencatat dokumen risk disclosure proyek memang menyebut perusahaan dapat memblokir wallet yang dinilai terkait aktivitas ilegal atau melanggar ketentuan.
Governance Overhang Kini Jadi Fokus
Data dalam proposal memperlihatkan masalah governance WLFI bukan cuma soal unlock. Pihak proyek menyebut partisipasi tertinggi dalam proposal sebelumnya hanya mencapai 11,1 miliar WLFI, atau sekitar 23% dari locked supply yang kini masuk ke proposal baru. Sisanya, sekitar 77%, disebut belum pernah ikut voting sama sekali sepanjang sejarah proposal WLFI.

Angka itu penting karena WLFI secara terbuka menyebut proposal ini dibuat untuk mengurangi governance overhang. Fokus utamanya bukan sekadar membuka likuiditas, tetapi memaksa holder locked tokens memberi keputusan yang lebih jelas: menerima vesting baru dengan timeline yang pasti, atau tetap berada dalam status lock tanpa batas waktu.
Struktur akhirnya juga dibuat tidak simetris. Early supporters tidak terkena burn dan selesai unlock penuh pada tahun keempat, sedangkan founder, tim, adviser, dan partner harus menerima burn 10% serta jadwal distribusi yang baru selesai pada tahun kelima jika mereka ingin ikut skema baru.
Supply Belum Masuk Market dalam Waktu Dekat
Bagi market, proposal ini belum berarti suplai WLFI akan langsung membanjir dalam waktu dekat. Semua unlock baru mulai berjalan setelah dua tahun, sehingga efek utamanya saat ini lebih banyak ke arah pengurangan ketidakpastian supply, penataan ulang insentif insider, dan upaya meredakan tekanan dari holder yang sudah lama menunggu akses likuiditas.
Keputusan berikutnya akan ditentukan oleh seberapa besar dukungan governance benar-benar terkumpul dan berapa banyak insider yang bersedia memilih jadwal baru yang lebih keras. Proposal ini memberi WLFI ruang untuk merapikan tokenomics, tetapi juga menegaskan bahwa masalah inti proyek sekarang bukan cuma soal unlock, melainkan soal kepercayaan terhadap struktur governance-nya sendiri.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar