
Permintaan Bitcoin dari perusahaan treasury kini makin terkonsentrasi di satu nama: Strategy. Dalam 30 hari terakhir, perusahaan milik Michael Saylor itu menambah sekitar 45.000 BTC, sementara seluruh perusahaan treasury lain secara gabungan hanya membeli sekitar 1.000 BTC.
Perubahan ini terjadi di tengah melemahnya model digital asset treasury company sejak harga Bitcoin turun dari area US$110 ribu pada pertengahan 2025 ke bawah US$70 ribu saat ini. Ketika premium saham terhadap kepemilikan BTC menyempit, banyak perusahaan kehilangan ruang untuk terus menerbitkan saham tanpa menekan pemegang saham lama.
Permintaan Treasury Ambruk, Strategy Ambil Hampir Semua Ruang
Data terbaru menunjukkan porsi pembelian perusahaan selain Strategy turun sangat tajam. Pada puncak tren ini tahun lalu, perusahaan-perusahaan selain Strategy sempat menyumbang sekitar 95% dari total pembelian, tetapi kini porsinya menyusut ke sekitar 2%.
Itu membuat struktur demand Bitcoin dari korporasi menjadi jauh lebih rapuh. Jika sebelumnya ada ekspektasi bahwa banyak perusahaan treasury akan menyerap suplai pasar secara berkelanjutan, kini penopang utamanya justru hanya satu entitas.
Masalahnya bukan hanya soal siapa yang membeli, tetapi juga soal harga masuk. Banyak perusahaan yang agresif membeli dekat puncak siklus kini berada jauh di bawah harga akumulasi mereka.
MSTR Masih Kuat, Tapi Profil Risikonya Makin Jelas
Di tengah pelemahan pemain lain, MSTR justru masih tampil sebagai kendaraan utama eksposur Bitcoin di pasar saham. Dari data yang kamu kirim, Strategy saat ini memegang sekitar 762.099 BTC dengan nilai cadangan sekitar US$53,0 miliar.

Dengan harga Bitcoin di sekitar US$69.568–69.592, ukuran cadangan itu masih membuat Strategy menjadi pemegang BTC korporat terbesar dengan jarak yang sangat lebar dibanding pemain lain.
Beberapa metrik MSTR yang paling menonjol saat ini:
- MSTR price: US$139,13
- Market cap: US$48,08 miliar
- Enterprise value: US$64,04 miliar
- BTC reserve: US$53,0 miliar
- BTC holdings: 762.099 BTC
- mNAV: 1,21
- Debt: US$8,25 miliar
- USD reserve: US$2,25 miliar
Angka-angka itu menunjukkan dua sisi sekaligus. Di satu sisi, Strategy masih punya skala yang cukup untuk terus menjadi pemain dominan. Di sisi lain, leverage dan struktur neracanya membuat MSTR tetap sensitif terhadap harga Bitcoin dan persepsi pasar terhadap model treasury ini.
Strategy Masih Menang, Tapi Trade Ini Tidak Lagi Luas

Dari sisi performa internal, Strategy memang belum kehilangan momentum sepenuhnya. Data yang kamu kirim menunjukkan:
- BTC Yield QTD: 3,4%
- BTC Gain QTD: 23.141 BTC
- BTC $ Gain QTD: US$1,61 miliar
- BTC Yield 2025: 22,8%
- BTC Gain 2025: 101.873 BTC
- BTC $ Gain 2025: US$8,92 miliar
Namun market saham tetap memberi sinyal campuran. Return 3 bulan MSTR masih di -12%, sementara return 1 tahun berada di -59%, meski metrik BSE return jangka panjang masih menunjukkan angka yang sangat besar di 1.025%.
Kesimpulannya, Strategy masih menjadi pusat dari permintaan corporate Bitcoin, tetapi itu justru menegaskan bahwa trade ini tidak lagi tersebar luas. Model treasury Bitcoin kini bergantung lebih besar pada satu neraca, satu saham, dan satu manajemen. Selama MSTR tetap membeli, narasinya masih hidup.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan di market crypto maupun saham terkait aset digital.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar