
Eksploit pada infrastruktur rsETH milik Kelp DAO memicu tekanan besar ke Aave setelah pelaku menarik sekitar 116.500 rsETH, senilai kira-kira US$291 juta hingga US$293 juta, lalu memakainya sebagai collateral untuk meminjam dana di Aave. Jalur serangan ini membuat masalah tidak berhenti di bridge, tetapi langsung menjalar ke lending market terbesar di DeFi.
Respons awal datang cepat, tetapi efeknya tetap berat. Aave membekukan market rsETH setelah aset itu dipakai dalam aktivitas pinjam mencurigakan, sementara Kelp DAO menghentikan kontrak rsETH di mainnet Ethereum dan beberapa layer-2 saat investigasi berjalan.
Pool Utama Sentuh 100% Utilization
Tekanan paling terasa muncul di level likuiditas. Aktivitas attacker mendorong utilization rate salah satu pool inti Aave ke 100%, yang berarti depositor ETH dan wrapped ETH nyaris tidak punya likuiditas tersisa untuk ditarik saat panic mulai menyebar.
Kondisi itu lalu melebar ke stablecoin pool. Pool USDT dan USDC di Aave v3 sama-sama menyentuh 100% utilization, membuat lebih dari US$5,1 miliar stablecoin praktis tidak bisa ditarik sampai ada likuiditas baru masuk atau pinjaman dibayar kembali.
Efek rambatnya langsung terlihat pada arus dana keluar. TVL Aave turun dari sekitar US$26,4 miliar ke US$18,6 miliar dalam waktu singkat, atau hampir US$8 miliar, sementara net withdrawals dari Aave saja sempat mencapai sekitar US$6,2 miliar pada awal Minggu.
Bad Debt Jadi Titik Tekan Baru
Masalah utama Aave sekarang bukan cuma likuiditas yang menipis, tetapi bad debt yang muncul dari collateral rsETH tersebut. Pelaku disebut meminjam sekitar 82.600 ETH, senilai kira-kira US$195 juta, dari Aave memakai rsETH hasil eksploit, sehingga lubang neraca langsung terbentuk di market ETH.
Sentimen market ikut memburuk sangat cepat. Token AAVE sempat turun ke area US$90 hingga US$89,5, atau melemah sekitar 16% sampai hampir 20% dalam 24 jam, sementara ETH juga turun ke kisaran US$2.300 saat tekanan likuiditas memukul sektor DeFi yang lebih luas.
Akar serangannya juga menambah kekhawatiran baru. Struktur eksploit ini diduga memanfaatkan single point of failure pada bridge berbasis LayerZero, dengan pesan “phantom” yang membuat rsETH dilepas di Ethereum tanpa pengurangan jumlah yang setara di Unichain. Celah seperti ini memperlihatkan bahwa risiko bridge dan composability DeFi masih bisa berubah menjadi krisis sistemik hanya dalam beberapa jam.
Efek Rambat Mulai Menyentuh Ekosistem Lebih Luas
Dampaknya tidak berhenti di Aave dan Kelp DAO. Beberapa protokol lain yang punya keterkaitan dengan rsETH atau bridge terkait juga menghentikan penggunaan sementara, termasuk Curve Finance, Ethena, dan Wrapped Bitcoin milik BitGo, saat market mencoba membatasi paparan lebih lanjut.
Fokus market sekarang ada pada dua hal: seberapa cepat Aave bisa memulihkan likuiditas, dan bagaimana bad debt ini akhirnya ditangani tanpa memicu kerusakan yang lebih luas ke DeFi. Satu eksploit bridge kini berubah menjadi ujian besar bagi model lending overcollateralized, manajemen risiko lintas protokol, dan kepercayaan user terhadap market on-chain.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar