
Kerugian sektor DeFi kini sudah melampaui US$600 juta hanya dalam tiga minggu setelah rangkaian exploit besar menghantam market, dengan insiden Kelp DAO menjadi pemicu terbaru yang mempercepat tekanan.

Tekanan terbarunya datang sangat cepat. Dalam sehari setelah exploit Kelp DAO senilai sekitar US$292 juta, DeFi mencatat drawdown harian 5,6%, salah satu pergerakan paling parah sejak 2024. Lending market menjadi titik paling terpukul dengan penurunan TVL sekitar 13%, sementara liquid staking turun sekitar 3,4% dan DEX serta derivatives ikut melemah 2%–3%.
Eksploit Kelp Menular ke Aave
Masalahnya tidak berhenti di bridge Kelp DAO. Serangan pada 18 April melepaskan 116.500 rsETH dari jalur Unichain ke Ethereum setelah forged inbound packet lolos lewat konfigurasi 1-of-1 DVN, lalu aset itu disebar ke beberapa wallet dan dipakai sebagai collateral di Aave.
Aave kemudian membekukan seluruh reserve rsETH dan wrsETH di berbagai deployment V3, menurunkan LTV ke nol, lalu menyusul dengan freeze pada WETH di sejumlah market utama untuk membatasi penyebaran stres.
Dampaknya ke likuiditas muncul hampir seketika. Pool inti Aave terseret ke titik sangat ketat, dan arus keluar dana dari platform melonjak setelah user berebut mengurangi paparan. Tekanan itu yang kemudian menyeret TVL Aave dan ikut memperburuk penurunan agregat sektor DeFi selama akhir pekan.
Tanggung Jawab Masih Diperebutkan
Arah tanggung jawab sampai sekarang masih diperdebatkan. LayerZero menempatkan akar masalah pada konfigurasi keamanan Kelp DAO yang tetap memakai verifier tunggal, meski rekomendasi sebelumnya sudah mendorong model multi-verifier.
Kelp, Aave, dan LayerZero pada praktiknya sekarang berada dalam posisi saling menjaga jarak sambil menunggu kejelasan distribusi kerugian. Salah satu skenario yang beredar adalah socialized loss ke seluruh holder rsETH, sementara skenario lain memberi prioritas perlindungan lebih besar ke holder di Ethereum mainnet dan membiarkan user layer-2 menyerap porsi kerugian yang lebih besar. Kepastian akhirnya masih belum ada.
Konteks yang lebih luas juga menambah tekanan. Sebelum Kelp, market sudah lebih dulu menyerap exploit Drift sekitar US$285 juta, ditambah insiden lain seperti Resolv Labs, Hyperbridge, dan Rhea Finance. Akumulasi itulah yang membuat total kerugian DeFi menembus US$600 juta dalam tiga minggu, bahkan sebelum distribusi akhir rugi Kelp benar-benar diputuskan.
DeFi Kini Hadapi Krisis Kepercayaan Baru
Kasus ini memperlihatkan satu hal yang makin jelas: tekanan DeFi sekarang tidak lagi datang hanya dari bug smart contract, tetapi dari composability lintas protokol, konfigurasi verifier, dan kualitas manajemen risiko saat collateral bermasalah mulai menjalar ke lending market. Satu insiden bridge sudah cukup untuk menekan likuiditas, memicu freeze darurat, dan menarik miliaran dolar keluar dari sektor hanya dalam hitungan jam.
Fokus market berikutnya ada pada dua titik. Recovery kerugian Kelp harus dijelaskan dengan cepat, dan model risk containment DeFi perlu membuktikan bahwa sistem masih bisa menyerap shock tanpa memicu spiral penarikan dana baru. Selama dua hal itu belum beres, TVL DeFi kemungkinan masih sulit pulih bersih dari titik rendahnya sekarang.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar