
CEO Circle Jeremy Allaire menilai yuan-backed stablecoin punya “peluang besar” sebagai instrumen baru untuk memperluas penggunaan renminbi dalam pembayaran global. Dalam wawancara di Hong Kong, ia juga menyebut China bisa meluncurkan yuan stablecoin dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
Arah pikir Circle cukup jelas: stablecoin mulai diposisikan bukan hanya sebagai alat settlement crypto, tetapi juga sebagai cara mengekspor fungsi mata uang nasional ke jaringan pembayaran digital global. Dalam kerangka itu, persaingan antar mata uang kini makin dekat dengan persaingan teknologi.
China Masih Pegang Jalur Ketat
Hambatan utamanya tetap datang dari kebijakan Beijing. Otoritas China pada Februari 2026 melarang penerbitan offshore yuan-pegged stablecoin tanpa persetujuan regulator dan memperketat pengawasan terhadap tokenization aset berbasis yuan. Sikap itu melanjutkan garis keras China terhadap crypto yang sudah diberlakukan sejak larangan trading dan mining pada 2021, lalu ditegaskan lagi pada akhir 2025.
Fokus China saat ini masih condong ke model CBDC-first lewat e-CNY. Kerangka baru yang mulai berlaku tahun ini memungkinkan saldo digital yuan menghasilkan bunga, dan Beijing juga mulai membuka akses e-CNY ke lebih banyak bank untuk mempercepat adopsi.
Jalur itu membuat ruang untuk private yuan stablecoin tetap sempit, setidaknya untuk sekarang. Meski begitu, wacana yuan stablecoin belum benar-benar hilang karena tekanan strategisnya terus naik: China ingin yuan lebih aktif dalam arus pembayaran lintas batas, tetapi stablecoin global masih sangat didominasi dolar digital.
Dollar Stablecoin Masih Sangat Dominan
Dominasi dolar digital terlihat jelas dari data Circle dan laporan industri. USDC menutup 2025 dengan suplai beredar US$75,3 miliar, naik 72% secara tahunan, sedangkan Outlier Ventures mencatat 99,8% stablecoin fiat-denominated masih berbasis dolar AS.

Permintaan itu juga tidak lagi semata lahir dari trading crypto. Circle menyebut pertumbuhan transaksi USDC bertambah beberapa miliar dolar setelah pecahnya perang AS-Iran, saat user mencari dolar digital yang portabel untuk lindung nilai dan perpindahan dana yang lebih cepat.
Hong Kong sekarang muncul sebagai arena penting dalam persaingan ini. HKMA pada 10 April 2026 resmi memberikan lisensi stablecoin pertama kepada HSBC dan Anchorpoint Financial, menandai dimulainya fase baru rezim stablecoin yang teregulasi di kota itu. Circle juga menilai Hong Kong punya posisi strategis untuk pembayaran dan settlement lintas batas.
Pertarungan Mata Uang Masuk ke Layer Stablecoin
Komentar Allaire pada dasarnya menyorot satu hal: persaingan dolar dan yuan kini mulai masuk ke layer stablecoin. Selama pasar masih didominasi dolar digital, China akan terus menghadapi tekanan untuk memilih apakah ingin tetap bertahan penuh pada e-CNY atau membuka ruang yang lebih besar bagi format yuan stablecoin yang lebih fleksibel untuk perdagangan global.
Arah kebijakan Beijing dalam beberapa tahun ke depan akan sangat menentukan. Yuan stablecoin masih jauh dari kepastian, tetapi diskusinya kini sudah pindah dari pinggiran crypto ke pusat pertarungan infrastruktur pembayaran global.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar