
World Liberty Financial mengajukan proposal governance baru yang membuat early supporters baru bisa membuka penuh 17,04 miliar WLFI lewat skema two-year cliff dan two-year linear vest sejak proposal disahkan. Jadwal itu berarti akses penuh ke token baru selesai pada 2030, atau setelah akhir masa jabatan kedua Donald Trump jika jadwal politik saat ini tidak berubah.
Rencana itu juga memperlakukan insider secara berbeda. Alokasi founder, tim, adviser, dan partner sebesar 45,24 miliar WLFI bisa masuk ke skema two-year cliff lalu three-year linear vest, tetapi hanya jika mereka setuju pada burn 10% atau sekitar 4,52 miliar token.
Early Supporters Mulai Kehilangan Sabar
Bagi holder awal, masalah utamanya bukan cuma soal jadwal baru yang panjang, tetapi juga soal waktu tunggu yang sudah berjalan. Dokumen resmi WLFI menyebut token sale berlangsung pada Oktober 2024 hingga Maret 2025, lalu hanya 20% alokasi yang dibuka pada 1 September 2025, sementara sisa 80% memang sejak awal diserahkan ke proposal governance berikutnya.
Reaksi di forum governance langsung terbelah. Sejumlah holder mendukung proposal, tetapi komentar lain menyebut cliff dua tahun terlalu panjang, meminta tanggal pasti unlock dimasukkan ke teks final, dan mempertanyakan syarat tambahan yang bisa membatasi partisipasi holder dari yurisdiksi tertentu.
Tekanan investor juga membesar setelah Reuters melaporkan 80% kepemilikan early investors masih terkunci saat proyek tetap menjual token baru dan bahkan meminjam US$75 juta dengan jaminan WLFI. Jalur itu memicu kekhawatiran baru karena holder ritel masih terkunci ketika perusahaan justru tetap bisa mengekstrak likuiditas dari ekosistemnya sendiri.
Konflik Governance Ikut Membesar
Proposal ini muncul saat WLFI sudah lebih dulu disorot karena struktur governance yang dinilai makin tersentralisasi. Reuters mencatat sejumlah investor mengeluhkan kurangnya transparansi, bobot suara wallet besar yang terlalu dominan, serta tier “Super Node” yang memberi akses langsung ke tim bagi holder besar.
Dari sisi proposal, tekanan itu diterjemahkan menjadi pilihan yang keras: menerima jadwal vesting baru atau tetap terkunci tanpa batas waktu sampai ada proposal unlock lain di masa depan. Struktur itu membuat voting terasa sangat menentukan bagi investor lama, tetapi sekaligus memunculkan kritik bahwa posisi tawar holder justru makin lemah.
Market Kini Menunggu Dua Hal
Fokus market sekarang mengarah ke dua titik utama: apakah proposal ini lolos, dan apakah lockup panjang benar-benar bisa memulihkan kepercayaan holder. Argumen resmi WLFI menyebut unlock bertahap diperlukan untuk menjaga suplai tetap terukur dan memberi sinyal komitmen jangka panjang dari pihak internal proyek.
Bagi investor, persoalannya sudah melampaui sekadar tokenomics. Proposal ini menegaskan bahwa masalah inti WLFI sekarang ada pada kepercayaan: siapa yang memegang kendali, siapa yang mendapat likuiditas lebih dulu, dan seberapa jauh holder lama masih punya suara nyata dalam arah proyek.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar