
21Shares resmi meluncurkan 21Shares Hyperliquid ETF dengan ticker THYP, menjadikannya ETF pertama yang memberi eksposur ke token HYPE melalui struktur bursa tradisional. Produk ini mulai diperdagangkan pada 11 Mei 2026 di Nasdaq dan dirancang untuk melacak harga spot HYPE, bukan kontrak derivatif.
Debut perdananya langsung menarik perhatian karena ini menjadi langkah baru bagi Hyperliquid, yang selama ini lebih dikenal sebagai DEX perps on-chain terbesar. Pada hari pertama perdagangan, THYP mencatat volume sekitar US$1,8 juta, level yang dinilai solid untuk ukuran peluncuran ETF baru, meski belum masuk kategori ledakan besar seperti debut beberapa ETF altcoin lain.
Produk ini bukan sekadar wrapper biasa
THYP memberi investor akses ke HYPE tanpa harus memegang tokennya secara langsung. Struktur ini penting karena membuka jalan bagi investor yang ingin masuk ke Hyperliquid lewat kendaraan yang lebih familiar, teregulasi, dan bisa diperdagangkan seperti ETF biasa. 21Shares juga menyebut produk ini dapat men-stake sebagian kepemilikan HYPE trust, selama tidak menimbulkan risiko hukum atau regulasi yang berlebihan.
Karakter produknya juga cukup khas. THYP memakai benchmark FTSE Hyperliquid Index, mengenakan management fee 0,30%, dan pada data awal 11 Mei mencatat NAV sekitar US$24,40 dengan AUM awal sekitar US$732 ribu. Angka itu menunjukkan skala awalnya masih kecil, tetapi jalurnya sudah resmi terbuka.
Buat market, yang diuji sekarang bukan hanya minat awal investor, tetapi juga apakah HYPE cukup kuat untuk bertahan sebagai aset ETF yang likuid dan berkelanjutan. Hyperliquid memang punya narasi kuat karena dominan di on-chain perpetuals, tetapi setelah masuk format ETF, token ini mulai dinilai dengan standar yang lebih dekat ke produk pasar modal daripada sekadar hype sektor DeFi.
Persaingan produk HYPE ETF mulai memanas
Peluncuran THYP juga mempercepat persaingan issuer lain. Bitwise sebelumnya sudah berada di jalur paling maju secara prosedural untuk ETF spot HYPE di AS, setelah mengajukan beberapa amendment yang mengunci detail operasional dan daftar trading counterparties. The Block pada April menilai langkah itu menempatkan Bitwise sebagai kandidat berikutnya untuk meluncurkan produk serupa.
Grayscale juga sudah masuk ke arena. Pada Maret, perusahaan itu mengajukan ETF HYPE sendiri dengan ticker GHYP, lalu memperbarui filing pada April dengan menunjuk Anchorage Digital sebagai kustodian. Artinya, THYP kemungkinan hanya pembuka dari gelombang produk HYPE yang lebih luas, bukan satu-satunya kendaraan yang akan hadir tahun ini.
Persaingan ini penting karena semakin banyak issuer masuk, semakin besar peluang HYPE dibaca sebagai aset yang mulai naik kelas di mata institusi. Tetapi ada sisi lain juga: kalau produk-produk berikutnya gagal menarik aset dalam jumlah berarti, pasar bisa cepat menganggap bahwa minat terhadap ETF altcoin di luar nama besar masih terbatas dan sangat selektif.
Debutnya bagus, tapi ujian sebenarnya baru mulai
Hari pertama THYP cukup rapi untuk ukuran peluncuran ETF baru. Volume awalnya tidak spektakuler, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa ada demand nyata terhadap eksposur Hyperliquid dalam format yang lebih mudah diakses. Sinyal itu diperkuat oleh fakta bahwa produk ini langsung hadir sebagai ETF spot dengan kemungkinan staking, bukan sekadar instrumen turunan yang jauh dari aset dasarnya.
Fokus berikutnya ada pada keberlanjutan flow. Kalau THYP mampu menjaga volume, menarik AUM lebih besar, dan diikuti issuer lain dalam waktu dekat, HYPE bisa semakin kuat diposisikan sebagai salah satu altcoin yang berhasil menembus jalur ETF secara serius. Kalau tidak, peluncuran ini tetap penting secara simbolik, tetapi belum cukup untuk mengubah peta pasar.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar