
Karyawan Meta di beberapa kantor Amerika Serikat mulai memprotes tool internal yang merekam gerakan mouse, klik, keystrokes, dan screenshot berkala untuk melatih model AI perusahaan. Aksi ini menargetkan program bernama Model Capability Initiative, yang dipasang pada komputer kerja karyawan berbasis AS.

Protes muncul lewat flyer yang ditempel di ruang meeting, vending machine, hingga area kantor lain. Seruan utamanya jelas: meminta Meta menarik program tersebut karena dinilai membuka risiko privasi, surveillance, dan penggunaan data kerja karyawan untuk mempercepat pengembangan AI agent.
Model Capability Initiative Jadi Sumber Tekanan Baru
Model Capability Initiative dirancang untuk mengumpulkan contoh nyata tentang cara manusia memakai software dan website. Data seperti klik tombol, dropdown menu, pergerakan cursor, hingga aktivitas layar dipakai untuk membantu AI agent memahami pola interaksi digital yang lebih natural.
Meta menilai data semacam itu penting untuk membangun AI yang bisa menjalankan tugas komputasi sehari-hari. Program ini disebut berjalan di berbagai aplikasi dan situs kerja, termasuk Google, LinkedIn, dan Wikipedia, dengan klaim bahwa ada safeguard untuk membatasi penangkapan konten sensitif.
Karyawan tetap menilai risiko program ini terlalu besar. Kekhawatiran utama mencakup kemungkinan password, detail produk yang belum dirilis, data pribadi, dokumen kesehatan, informasi keluarga, hingga status imigrasi ikut terekam dalam proses pengumpulan data.
AI Spending dan Layoff Membuat Sentimen Makin Sensitif
Tekanan internal datang beberapa hari sebelum rencana pemangkasan sekitar 8.000 pekerjaan pada 20 Mei. Angka itu mewakili sekitar 10% dari workforce global Meta, dengan tambahan 6.000 posisi terbuka yang tidak akan diisi.
Kondisi ini membuat protes terhadap tool tracking lebih sensitif. Karyawan melihat program AI training tersebut bukan hanya sebagai isu privasi, tetapi juga bagian dari pergeseran besar Meta menuju automation, leaner teams, dan efisiensi berbasis AI.
Saham Meta berada di sekitar $603 pada 13 Mei 2026, dengan market cap sekitar $1,55 triliun. Bagi market, cerita besarnya tetap berada pada kemampuan Meta mempertahankan growth sambil menaikkan belanja AI, tetapi konflik internal seperti ini bisa menjadi risiko reputasi jika isu privasi dan tenaga kerja makin meluas.
Market Memantau Risiko Eksekusi AI Meta
Fokus berikutnya ada pada respons Meta terhadap petisi karyawan dan apakah perusahaan akan memperjelas batas teknis pengumpulan data. Investor juga akan memantau apakah protes ini berkembang menjadi isu ketenagakerjaan yang lebih luas, terutama setelah karyawan Meta di Inggris mulai bergerak bersama United Tech and Allied Workers.
Kasus ini penting karena menunjukkan trade-off yang makin besar dalam AI race: perusahaan butuh data manusia berkualitas tinggi untuk melatih AI agent, tetapi cara pengumpulannya bisa memicu tekanan privasi, legal, dan workforce morale. Untuk Meta, execution risk tidak hanya datang dari capex AI, tetapi juga dari bagaimana perusahaan mengelola karyawan yang sedang berada tepat di tengah transformasi tersebut.
Kutipan: Protes di Meta memperlihatkan bahwa AI race bukan hanya soal model yang lebih pintar, tetapi juga soal siapa yang datanya dipakai untuk melatihnya.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.*
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar