
MARA Holdings menjual 20.880 Bitcoin senilai sekitar $1,5 miliar pada kuartal I 2026, saat perusahaan mencatat rugi bersih $1,26 miliar. Langkah ini menandai perubahan besar dari strategi miner yang selama ini dikenal sebagai salah satu holder Bitcoin korporat terbesar.
Revenue MARA turun 18% secara tahunan menjadi sekitar $175 juta, terdorong tekanan harga Bitcoin dan kondisi mining yang lebih berat. Saham MARA ikut melemah lebih dari 5% setelah laporan earnings, meski masih naik sekitar 32% dalam satu bulan terakhir.
Penjualan Bitcoin Dipakai untuk Pangkas Utang
Sebagian besar penjualan BTC digunakan untuk memperkuat balance sheet. MARA menjual 15.133 BTC senilai sekitar $1,1 miliar pada periode 4–25 Maret untuk mendanai pembelian kembali convertible notes.
Perusahaan memakai sekitar $1 miliar dari hasil penjualan tersebut untuk memangkas outstanding convertible debt sebesar 30%, dari sekitar $3,3 miliar menjadi $2,3 miliar. Aksi ini juga menghasilkan gain sekitar $71 juta dari extinguishment debt.
Strategi ini memberi sinyal bahwa Bitcoin tidak lagi hanya diposisikan sebagai treasury asset pasif. MARA mulai memakai cadangan BTC sebagai sumber fleksibilitas finansial untuk menurunkan leverage, mendanai akuisisi, dan menyiapkan transisi bisnis ke digital infrastructure.
Pivot AI Jadi Arah Baru MARA
MARA juga menyiapkan akuisisi Long Ridge Energy senilai hampir $1,5 miliar, termasuk asumsi utang minimal $785 juta. Aset ini mencakup pembangkit listrik gas 505 megawatt di Ohio dan lahan lebih dari 1.600 acre yang dapat digunakan untuk pengembangan data center.
Long Ridge diperkirakan menghasilkan annualized EBITDA sekitar $144 juta. Akuisisi ini penting karena memberi MARA akses langsung ke aset energi, faktor yang semakin krusial ketika demand AI dan high-performance computing mendorong kebutuhan listrik data center.
Perusahaan juga memangkas 15% workforce untuk mengejar annualized cost savings sekitar $12 juta. MARA menyatakan tidak lagi berencana melakukan pembelian ASIC skala besar, dan akan lebih selektif dalam investasi mining equipment berdasarkan return ekonomi yang jelas.
Market Menilai Risiko Transisi Miner ke AI
Fokus market berikutnya ada pada eksekusi pivot MARA. Perusahaan masih memegang 35.303 BTC senilai sekitar $2,84 miliar, tetapi arah bisnisnya kini semakin bergeser dari pure Bitcoin mining menuju infrastruktur energi, AI, dan IT workload.
Perubahan ini bisa membuka peluang valuasi baru jika MARA berhasil mengubah aset energi dan mining site menjadi platform data center yang produktif. Risikonya tetap besar: rugi Q1 yang melebar, penjualan BTC besar-besaran, kebutuhan capex AI, dan ketidakpastian apakah demand AI infrastructure cukup kuat untuk menutup pressure dari bisnis mining.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar