
Strategy (MSTR) sepakat membeli kembali convertible notes senilai face value $1,5 miliar dengan harga sekitar $1,38 miliar. Transaksi ini membuat perusahaan dapat pensiun utang tersebut di sekitar 92 sen per dolar, atau di bawah nilai nominal.

Kesepakatan dilakukan melalui transaksi privat dengan pemegang zero-coupon convertible notes 2029, dengan settlement diperkirakan berlangsung sekitar 19 Mei. Nilai akhir buyback masih bisa berubah karena harga repurchase akan menyesuaikan volume-weighted average price saham Class A Strategy selama periode pengukuran yang disepakati.
Penjualan Bitcoin Masuk Opsi Pendanaan
Strategy menyebut tiga sumber pendanaan potensial untuk buyback ini: cash reserves, hasil dari program at-the-market equity offering, dan kemungkinan penjualan Bitcoin. Opsi terakhir menjadi perhatian besar karena Strategy selama ini dikenal sebagai corporate holder Bitcoin terbesar di dunia.
Perusahaan memegang 818.869 BTC dengan nilai lebih dari $66 miliar pada harga saat ini. Posisi tersebut membuat setiap sinyal penjualan Bitcoin dari Strategy langsung menjadi isu penting bagi market, terutama karena saham MSTR sering diperlakukan sebagai proxy publik untuk eksposur BTC.
Michael Saylor sebelumnya menyebut Strategy tetap beroperasi sebagai “net accumulator” Bitcoin. Namun, ia juga membuka kemungkinan bahwa perusahaan dapat menjual sebagian BTC untuk memenuhi kewajiban tertentu, dengan rencana mengganti setiap BTC yang dijual melalui pembelian lebih besar di masa depan.
STRC Jadi Bagian Penting dari Mesin Pendanaan
Strategi pembiayaan perusahaan kini semakin bergantung pada instrumen preferred stock, terutama Series A Perpetual Stretch Preferred Stock atau STRC. Produk ini menjadi salah satu kanal utama Strategy untuk menggalang modal dan menjaga kemampuan membeli Bitcoin tanpa hanya bergantung pada utang konversi.
STRC mencatat rekor volume harian $1,53 miliar pada Kamis, melampaui rekor sebelumnya sekitar $1,1 miliar pada pertengahan April. Lonjakan ini memperlihatkan tingginya aktivitas investor terhadap instrumen yield-linked yang terhubung dengan strategi Bitcoin perusahaan.
Namun, model pendanaan ini tetap membawa tekanan. STRC menawarkan dividend yield 11,5%, sehingga Strategy perlu menjaga arus modal, cash reserves, atau fleksibilitas aset Bitcoin untuk mendukung kewajiban pembayaran jika kondisi market berubah.
Market Pantau Risiko Leverage dan BTC Treasury
Fokus market berikutnya ada pada apakah Strategy benar-benar akan menjual BTC untuk mendanai buyback atau tetap mengandalkan cash dan equity offering. Jika penjualan Bitcoin terjadi, market akan menilai apakah langkah itu sekadar manajemen balance sheet atau awal dari perubahan lebih besar dalam strategi treasury perusahaan.
Bagi crypto market, keputusan Strategy penting karena perusahaan ini bukan hanya holder Bitcoin besar, tetapi juga simbol dari model public-company Bitcoin treasury. Buyback utang di bawah par dapat memperkuat struktur liabilities, tetapi opsi menjual BTC tetap menjadi sinyal sensitif saat market memantau leverage, dividend burden, dan keberlanjutan strategi akumulasi Bitcoin.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar