
CLARITY Act kembali masuk fase penting di Senat AS setelah Senate Banking Committee menjadwalkan markup untuk Kamis, 14 Mei. Sesi ini akan menjadi salah satu test paling menentukan bagi RUU yang dirancang untuk memberi kerangka federal yang lebih jelas bagi pasar aset digital di AS.
Bahan yang Anda kirim menyorot bahwa tujuh senator Demokrat dipandang sebagai suara kunci untuk menjaga peluang RUU ini tetap hidup. Tekanan itu masuk akal karena meski Republikan memegang mayoritas tipis, CLARITY tetap membutuhkan jalur bipartisan yang nyata untuk bisa keluar dari komite dengan sinyal politik yang cukup kuat menuju voting penuh di Senat.
Kenapa dukungan Demokrat jadi sangat penting
Masalah utamanya bukan hanya lolos dari komite, tetapi lolos dari Senat penuh. Coinbase sudah mengingatkan bahwa CLARITY membutuhkan minimal 60 suara di Senat, sehingga dukungan lintas partai bukan opsi tambahan, melainkan syarat inti kalau RUU ini ingin menjadi undang-undang.
Reuters juga melaporkan bahwa setidaknya tujuh suara Demokrat dibutuhkan agar peluang lolos di Senat tetap realistis. Itu sebabnya fokus market sekarang bukan lagi pada apakah Republikan mendukung RUU ini, melainkan apakah cukup Demokrat bersedia ikut bergerak maju saat markup berlangsung.
Di level komite, komposisinya juga ketat. Senate Banking Committee terdiri dari 24 anggota, yakni 13 Republikan dan 11 Demokrat. Artinya, markup Kamis nanti akan menjadi pembacaan awal tentang apakah koalisi bipartisan yang dibutuhkan di lantai Senat benar-benar mulai terbentuk atau masih rapuh.
RUU ini sudah lama tersendat, tapi belum kehilangan momentum
CLARITY Act sendiri bukan proposal baru. Menurut dokumen Galaxy dan penjelasan resmi Komite Perbankan Senat, RUU ini sudah melewati House pada Juli 2025 dengan dukungan bipartisan yang cukup kuat, lalu masuk ke fase negosiasi intensif di Senat sejak paruh kedua 2025.
Namun lajunya tersendat pada Januari 2026 setelah markup sebelumnya ditunda. Reuters melaporkan penundaan itu terjadi setelah Coinbase menarik dukungannya terhadap versi Senat, dengan keberatan pada isu stablecoin yield, pembatasan tertentu pada struktur pasar, dan bagian yang dinilai bermasalah bagi open-source dan DeFi.
Sejak itu, negosiasi terus berjalan. Galaxy menilai peluang CLARITY menjadi undang-undang pada 2026 berada di kisaran 50-50, dengan tiga isu besar yang masih sensitif: bahasa stablecoin yield, ketentuan DeFi, dan konsolidasi suara yang cukup di Senat. Dengan kata lain, RUU ini belum mati, tetapi memang masuk tahap akhir yang sangat padat risiko politik.
Kalau markup mulus, arah regulasi kripto AS bisa berubah besar
Kalau markup Kamis berjalan baik dan menghasilkan dukungan bipartisan yang layak, CLARITY akan bergerak ke tahap debat dan voting di Senat penuh. Reuters menyebut RUU ini dapat menjadi paket regulasi aset digital paling penting dalam beberapa tahun terakhir karena akan memperjelas kapan token diklasifikasikan sebagai sekuritas atau komoditas, sekaligus mengurangi ketidakpastian regulasi yang selama ini menahan banyak pelaku industri.
Sebaliknya, kalau markup kembali tersendat atau slip terlalu jauh setelah pertengahan Mei, Galaxy memperingatkan peluang pengesahan pada 2026 akan turun tajam karena kalender legislatif makin sempit dan RUU ini harus bersaing dengan agenda besar lain di Senat. Itu sebabnya pekan ini bukan cuma penting untuk CLARITY, tetapi juga untuk arah kebijakan kripto AS secara keseluruhan
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasi dan edukasi. Isi artikel bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau rekomendasi transaksi. Selalu lakukan riset mandiri dan pahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Nikmati token paling trending, airdrop setiap hari, biaya yang sangat rendah, dan likuiditas yang komprehensif
Daftar